Friday, March 19, 2021

Pedangdut Betty Elista Terseret Kasus Suap Edhy Prabowo

 


Nama pedangdut Betty Elista terseret dalam dugaan suap ekspor benur yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo. Pemeriksaan terhadap Betty Elista dilakukan pada Kamis 18 Maret 2021. KPK kemudian menyita rekening koran milik Betty Elista.


Setelah diperiksa oleh pihak KPK, banyak publik yang bertanya mengenai sosok Betty Elista. Benar saja, Betty Elista merupakan pedangdut yang telah menelurkan beberapa single.

Sebagai seorang penyanyi dangdut, Betty Elista memang punya modal yang cukup. Selain suara merdu dengan cengkok yang khas, dirinya juga memiliki paras yang cantik serta tubuh seksi.

Betty Elista sudah menyukai dunia tarik suara sejak dirinya masih kecil. Bukan main, Betty Elista ternyata memiliki sederet prestasi, seperti Juara Pertama Sumatera Selatan Festival Serelo, Juara Ketiga Sumatera Selatan Festival Sorelo, Juara Pertama Oku Timur Pentas Seni Tari, hingga Juara Pertama Kohens Dangdut Oku Timur.

Di bawah naungan Cahaya Musik Perkasa Record, Betty Elista telah merilis single berjudul Sebelas Duabelas. Lagu tersebut sebelumnya pernah dinyanyikan oleh Nella Kharisma.

Di tangan Betty Elista, lagu tersebut diolah menjadi lebih bersemangat. Musik dangdutnya kemudian dipadukan dengan alunan musik reggae.

"Semoga musik aku ini mendapat tempat di hati pecinta musik dangdut Tanah Air," harap Betty Elista dalam sebuah kesempatan.

Sebelas Duabelas bukan satu-satunya yang pernah dirilis Betty Elista. Pedangdut kelahiran 2 Agustus 1996 tersebut juga memiliki judul lagu lain seperti Kotek Cinta dan Cukup Satu Kali.

Sebelumnya diketahui, Betty Elista telah menjalani pemeriksaan kedua di kantor KPK setelah sebelumnya diperiksa pada Rabu, 17 Maret 2021. Dalam pemeriksaan pertama, Ali Fikri mengatakan penyidik menelusuri mengenai aliran uang dari Edhy Prabowo ke Betty Elista.

"Betty Elista didalami pengetahuan terkait dugaan aliran sejumlah uang dari tersangka EP melalui tersangka AM," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada wartawan.

Dalam kasus dugaan suap ekspor benih lobster, total ada 7 tersangka yang ditetapkan KPK, termasuk diantaranya Edhy Prabowo. Enam orang diantaranya adalah Safri selaku mantan staf khusus Edhy Prabowo, Andreau Pribadi Misanta sebagai mantan staf khusus Edhy Prabowo, Siswadi selaku pengurus PT Aero Citra Kargo, Ainul Faqih sebagai staf istri Edhy Prabowo, Amiril Mukminin sebagai sekretaris pribadi Edhy Prabowo, dan seorang bernama Suharjito selaku Direktur PT DPP.

 Situs Bolatangkas Terpercaya | Agen Bolatangkas Online | Bolatangkas Slot | Dewi Tangkas



No comments:

Post a Comment