Tuesday, March 30, 2021

Vaksinasi Lansia di Daerah Dipercepat Terkait Antisipasi Ada yang Nekat Mudik

 

Ilustrasi mudik. [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya]


Kementerian Kesehatan terus meningkatkan testing, tracing, dan treatment (3T) meski mudik Lebaran 2021 sudah dilarang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya membidik daerah-daerah untuk mudik.


“Mudik dilarang, tapi pasti bocor. Soal 3T, mau mudik atau tidak mudik kita gas terus, terutama di daerah PPKM. Kita agresif apalagi sekarang udah 50-60 ribu kasus per hari,” kata Budi dalam jumpa pers virtual, Sabtu (27/3/2021).


Vaksin untuk lansia di daerah dipercepat


Selain pengetatan 3T, terang Budi, Kementerian Kesehatan juga memperluas penggunaan swab antigen yang bisa mendeteksi lebih cepat. Hasil swab antigen dapat diperoleh dengan lebih cepat dan akurat.


“Antsipasi lain kita sudah identifikasi daerah destinasi mudik. Kan orang gak ke Jakarta, jadi kita lihat beberapa kota. Nanti lansianya kita vaksin duluan, jadi setidaknya lebih keballah kalau cucu atau anak-anaknya datang," jelasnya.


Masyarakat disarankan untuk tidak terburu-buru bepergian tanpa alasan yang mendesak


Budi meminta masyarakat tidak gegabah. Pasalnya, mobilitas yang tinggi berpotensi meningkatkan kasus COVID-19. Hal ini dapat membuat program vaksinasi sampai dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi tidak berarti.


“Itu akan membuat masyarakat semakin letih karena begitu (kasus) naik lagi, kita letih sekali bolak-balik naik. Terpaksa akan ada pembatasan mobilitas yang lebih ketat lagi. Jadi lebih baik sabar dulu, kita tahan dulu sampai benar-benar ada kontrol kemudian secara bertahap meningkatkan mobilitas,” ucapnya.


Pemerintah melarang mudik Lebaran


Pemerintah telah memutuskan untuk melarang kegiatan mudik Idul Fitri tahun ini. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.


“Sesuai arahan Bapak Presiden dan hasil koordinasi rapat tingkat menteri yang diselenggarakan 23 Maret 2021 di kantor Kemenko PMK. Maka ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan,” kata Muhadjir dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di saluran Kemenko PMK, Jumat (26/3/2021).


Larangan mudik berlaku untuk seluruh ASN, Polri, BUMN, pegawai swasta, pekerja mandiri, hingga seluruh masyarakat. Muhadjir mengatakan larangan mudik mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.


“Larangan mudik akan dimulai pada 6 Mei-17 Mei 2021. Sebelum dan sesudah hari dan tanggal itu diimbau kepada masyarakat tidak melakukan pergerakan atau kegiatan keluar daerah kecuali dalam keadaan mendesak dan perlu,” kata Muhadjir.


Keputusan pelarangan mudik 2021 ini dikarenakan tingginya kasus COVID-19 di Indonesia. Selain itu, ada program vaksinasi yang tengah dilakukan oleh pemerintah.


“Sehingga upaya vaksinasi yang dilakukan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang semaksimal mungkin,” ujarnya.

Ilustrasi mudik. [ANTARA FOTO/Budi Candra Setya]


Kementerian Kesehatan terus meningkatkan testing, tracing, dan treatment (3T) meski mudik Lebaran 2021 sudah dilarang. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya membidik daerah-daerah untuk mudik.


“Mudik dilarang, tapi pasti bocor. Soal 3T, mau mudik atau tidak mudik kita gas terus, terutama di daerah PPKM. Kita agresif apalagi sekarang udah 50-60 ribu kasus per hari,” kata Budi dalam jumpa pers virtual, Sabtu (27/3/2021).


Vaksin untuk lansia di daerah dipercepat


Selain pengetatan 3T, terang Budi, Kementerian Kesehatan juga memperluas penggunaan swab antigen yang bisa mendeteksi lebih cepat. Hasil swab antigen dapat diperoleh dengan lebih cepat dan akurat.


“Antsipasi lain kita sudah identifikasi daerah destinasi mudik. Kan orang gak ke Jakarta, jadi kita lihat beberapa kota. Nanti lansianya kita vaksin duluan, jadi setidaknya lebih keballah kalau cucu atau anak-anaknya datang," jelasnya.


Masyarakat disarankan untuk tidak terburu-buru bepergian tanpa alasan yang mendesak


Budi meminta masyarakat tidak gegabah. Pasalnya, mobilitas yang tinggi berpotensi meningkatkan kasus COVID-19. Hal ini dapat membuat program vaksinasi sampai dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menjadi tidak berarti.


“Itu akan membuat masyarakat semakin letih karena begitu (kasus) naik lagi, kita letih sekali bolak-balik naik. Terpaksa akan ada pembatasan mobilitas yang lebih ketat lagi. Jadi lebih baik sabar dulu, kita tahan dulu sampai benar-benar ada kontrol kemudian secara bertahap meningkatkan mobilitas,” ucapnya.


Pemerintah melarang mudik Lebaran


Pemerintah telah memutuskan untuk melarang kegiatan mudik Idul Fitri tahun ini. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.


“Sesuai arahan Bapak Presiden dan hasil koordinasi rapat tingkat menteri yang diselenggarakan 23 Maret 2021 di kantor Kemenko PMK. Maka ditetapkan bahwa tahun 2021 mudik ditiadakan,” kata Muhadjir dalam keterangan pers yang disiarkan langsung di saluran Kemenko PMK, Jumat (26/3/2021).


Larangan mudik berlaku untuk seluruh ASN, Polri, BUMN, pegawai swasta, pekerja mandiri, hingga seluruh masyarakat. Muhadjir mengatakan larangan mudik mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.


“Larangan mudik akan dimulai pada 6 Mei-17 Mei 2021. Sebelum dan sesudah hari dan tanggal itu diimbau kepada masyarakat tidak melakukan pergerakan atau kegiatan keluar daerah kecuali dalam keadaan mendesak dan perlu,” kata Muhadjir.


Keputusan pelarangan mudik 2021 ini dikarenakan tingginya kasus COVID-19 di Indonesia. Selain itu, ada program vaksinasi yang tengah dilakukan oleh pemerintah.


“Sehingga upaya vaksinasi yang dilakukan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang semaksimal mungkin,” ujarnya.

 Situs Bolatangkas Terpercaya | Agen Bolatangkas Online | Bolatangkas Slot | Dewi Tangkas


No comments:

Post a Comment