Tuesday, April 13, 2021

Pemain Leicester City Langgar aturan Lockdown

 

Sejumlah pemain Leicester City terkena hukuman usai melakukan party. Sumber foto: leicestermercury.co.uk



Sejumlah beberapa pemain pilar dari Leicester City yang telah absen saat kalah 2-3 dari West Ham United. Rupanya, akibat mereka saat itu telah dihukum oleh manajer mereka Brendan Rodgers karena telah melanggar protokol COVID-19.


Diberitakan di Daily Mail, ada nama tiga pemain yang kena hukuman, yakni James Maddison, Ayoze Perez, dan Hamza Choudhury. Harvey Barnes yang sebetulnya juga telah kena, namun karena ia mengalami cedera, jadi ia 'terbebas' dari sebuah hukuman yang diberikan oleh manajer Brendan Rodgers.


Kisahnya, yang terjadi pada hari Minggu (11/4) dini hari waktu setempat, para keempat pemain tersebut yang melanggar aturan lockdown dikarenakan masih masa pandemi, mereka justru mengadakan pesta bersama sekitar 18 orang lainnya di rumah Perez.


Tetangga sekitar yang telah melaporkan bahwa jalan di depan rumah Perez saat itu telah dipenuhi mobil sejak pukul 9 malam, dan ada suara musik yang terdengar keras dari dalam rumah. Pesta itu ternyata telah diketahui Rodgers, yang kemudian akhirnya mengirim pesan kepada para pemainnya yang telah melakukan pesta tersebut.


Bukannya malah menghentikan pesta, mereka saat itu malah meminta para undangan, yang sebagian besar adalah wanita muda, untuk bersembunyi. Lampu rumah yang kemudian dimatikan agar seolah-olah tidak ada orang di dalam rumah tersebut.


Polisi yang datang, entah karena laporan dari manajer mereka Rodgers atau tetangga mereka, saat itu tiba di rumah Perez sekitar tengah malam dan akhirnya pergi begitu saja setelah melihat rumah yang terlihat gelap dan tirai yang telah ditutup.


Namun setelah polisi pergi, pesta pun akhirnya kembali dilanjutkan di rumah Choudhury. Karena rumah tersebut berjarak sekitar 48 km dari rumah Perez, para tamu akhirnya yang melanjutkan pesta, mereka pergi ke sana dengan menggunakan taksi sekitar pukul 1 pagi.


Pelanggaran ini yang telah membuat Rodgers kecewa, oleh sebab itu Choudhury, Perez, dan Maddison akhirnya mereka ditepikan. Meski dengan demikian, Rodgers masih enggan mendenda mereka. Diparkir untuk satu pertandingan itu saya rasa sudah cukup menjadi hukuman bagi mereka.


Tes COVID-19 pun yang langsung dilakukan kepada ketiga pemain tersebut setelah mereka melakukan pesta. Setelah negatif, barulah mereka baru bisa kembali masuk markas latihan Leicester City.


"Dari segi sudut pandang pribadi, saya memang sungguh kecewa," kata Rodgers soal kelakuan anak asuhnya itu.


"Ini sesuatu yang lebih besar dari sebuah sepak bola. Kalian juga harus menghormati cobaan yang sedang dilalui oleh bangsa ini dan dunia ini, dan kami harus tetap menghormati pengaruh kami di dalam sebuah klub besar," lanjutnya.


Rodgers sendiri sadar bahwa kehilangan mereka di atas lapangan jelas akan mengganggu performa dari tim ini, namun baginya, ada juga nilai-nilai yang harus diajarkan kepada mereka, terutama di masa tengah pandemi COVID-19 saat ini.


Akan sangat mudah jika kita bisa memainkan mereka di atas pertandingan (melawan West Ham), tapi kami tidak akan seperti itu," tambah Rodgers.


"Tujuan saya datang ke klub Leicester adalah untuk menciptakan standar yang ada di dalam dan luar lapangan, dan ini benar-benar di bawah harapan kami, terutama di saat-saat fase krusial musim ini," jelasnya.


Selanjutnya, Leicester yang akan bersiap menghadapi Southampton di ajang semifinal Piala FA, pada hari Senin (19/4) dini hari WIB.


 Situs Bolatangkas Terpercaya | Agen Bolatangkas Online | Bolatangkas Slot | Dewi Tangkas


No comments:

Post a Comment