Thursday, July 8, 2021

Begini Kekuatan Alutsista Israel saat Menyerang Gaza

 

Ilustrasi. Tank-tank Israel bersiap di perbatasan dengan Jalur Gaza pada 15 Mei 2021. [AFP/Jack Guez]

DEWI TANGKASOperasi militer yang dilakukan Israel Defense Force (IDF) di Jalur Gaza selama 11 hari konfrontasi bersenjata dengan sayap militer Palestina, melibatkan banyak peralatan pertahanan canggih dan amunisi "pintar" yang telah lama mereka persiapkan.

Senjata-senjata ini menjadi alat utama yang diandalkan Israel dalam melakukan serangan. Instrumen itu sebagian besar digunakan untuk melakukan serangan balasan terhadap serangan roket, kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dikutip dari BBC. Namun tak jarang Israel juga melancarkan serangan terlebih dahulu ke Gaza dengan alasan “mengantisipasi” ancaman yang akan datang.

Dengan operasi militer sebagai respon utama para pejuang Palestina di Gaza, pemerintah Israel mengandalkan IDF dan peralatan pertahanan modernnya yang diharapkan dapat menyelesaikan misi dengan sempurna.

Berikut beberapa jenis alutsista dan asal muasal senjata non dalam negeri IDF selama operasi militernya di Gaza.

F-16 dan F-35 Israel menguasai udara

Belajar dari rumitnya melakukan operasi tempur perkotaan di Gaza dengan melibatkan tentara, pemerintah Israel lebih memilih serangan udara presisi yang dilakukan oleh jet tempur angkatan udara mereka. Dikutip dari Forbes, jet tempur F-16 generasi keempat dan jet tempur generasi kelima serta kehebatan siluman F-35 buatan Amerika Serikat menjadi andalan Israel.

Mereka menjadi kendaraan utama Angkatan Udara Israel guna mencapai hasil maksimal dalam melakukan pengeboman presisi di berbagai wilayah di Gaza. Jet tempur umumnya akan dipersenjatai dengan bom pintar yang dikembangkan di dalam negeri atau dibeli langsung dari negara-negara sahabat Israel, seperti bom JDAM versi GBU-38, GBU-32, dan GBU-31.

Tanpa rudal anti-udara yang digunakan oleh para pejuang Gaza, Angkatan Udara Israel sebenarnya dapat dengan mudah mengontrol wilayah udara Gaza, dan meluncurkan serangan udara presisi tanpa khawatir ditembak jatuh.

Meski begitu, dalam pertempuran 11 hari yang terjadi di Gaza beberapa waktu lalu, ratusan bom presisi yang digunakan Angkatan Udara Israel masih banyak yang menyasar warga sipil. Jatuhnya banyak korban dari kalangan sipil juga membuat dunia berang.


Artileri Howitzer M109 "Paladin" dan Tank Merkava IV menyerang Gaza

Militer Israel belum mempertimbangkan untuk melakukan invasi darat ke wilayah Gaza pasca konflik berdarah tahun 2014. Namun, mereka masih melibatkan satu cabang tentara untuk melakukan serangan strategis.

Sebagai salah satu militer paling lengkap dan modern di Timur Tengah, IDF siap dengan peralatan tempur jarak jauhnya. Artileri M109 "Paladin" buatan AS dan tank domestik andalannya, Merkava IV, adalah jenis yang terus diintensifkan dalam serangan di Gaza.

Sedikitnya 500 peluru artileri telah ditembakkan oleh puluhan peluru artileri IDF M109 ke arah Gaza dalam konfrontasi bersenjata antara Israel dan Gaza yang berlangsung sebelas hari kemarin. Serangan artileri ditangkap dan dibagikan secara luas di media sosial, lapor Forbes.

Selain artileri, tank Merkava juga dikerahkan untuk tembakan presisi pada bangunan dan posisi yang dianggap rentan di sepanjang perbatasan Israel-Gaza, lokasi strategis bagi pejuang Palestina untuk menyerang wilayah Israel.


Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Inggris terus memasok senjata

Meskipun negara kecil, Israel termasuk sebagai salah satu negara yang memiliki sekutu yang sangat kuat dan pengaruh kebijakan luar negeri yang signifikan. Itulah sebabnya hingga saat ini banyak negara di dunia terus menjalin kerja sama militer dan menjual senjata ke Israel, tanpa terlalu memperhitungkan serangan beruntun Israel di wilayah Gaza.

Middle East Eye melaporkan setidaknya ada empat negara dengan kemampuan teknologi militer di atas rata-rata yang terus memasok alutsista dan amunisi Israel, yakni Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan Jerman.

AS adalah pemasok utama peralatan dan amunisi pertahanan Israel. Sekitar 70 persen senjata Israel berasal dari negeri Paman Sam. Tak tanggung-tanggung, pemerintah AS juga kerap memberikan diskon harga alutsista khusus untuk sahabat dan sekutu terpercayanya di Timur Tengah, Israel.

No comments:

Post a Comment