Friday, July 2, 2021

Plt Jubir KPK Akui Kinerja 75 Pegawai yang Tak Lolos TWK


Ilustrasi, sumber foto: liputan6.com


Dewi Tangkas - Sebanyak 1.271 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Di sisi lain, 51 orang belum dilantik karena belum lolos tes wawasan kebangsaan dan 24 orang akan dipecat karena mendapatkan rapor merah.

Namun, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK bidang Pencegahan, Ipi Maryati, mengakui kinerja 75 pegawai tersebut sudah terbukti.

"Kami juga berharap 75 insan KPK lainnya yang saat ini belum dilantik tetap bersama kami memperkuat barisan pemberantasan korupsi. Integritas dan komitmen mereka telah dibuktikan dalam pemberantasan korupsi di KPK," jelas Ipi dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Kamis (3/6/2021).

Komitmen pegawai KPK tidak berubah

Setelah dilantik sebagai ASN, 1.271 pegawai KPK telah kembali bekerja seperti biasa. Ipi menegaskan, komitmen pegawai KPK tidak berubah meski status pegawainya berbeda.

“Dengan nilai-nilai integritas yang ditanamkan, seluruh insan KPK bekerja demi mewujudkan harapan publik untuk Indonesia yang adil, sejahtera, dan bebas dari korupsi,” ujarnya.

KPK diklaim terus bekerja maksimal

Ipi menilai ekspektasi publik terhadap KPK sangat tinggi. Oleh karena itu, pihaknya mengaku akan terus bekerja maksimal, apalagi sejak UU 19/2019 tentang KPK mengamanatkan agar lembaga antikorupsi bertanggung jawab kepada publik dalam menjalankan tugasnya.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam pemberantasan korupsi dan mengawal kinerja KPK ke depan,” jelasnya.

Firli mengatakan pemberantasan korupsi itu seperti perang badar

Sebanyak 1.271 pegawai KPK dilantik sebagai ASN bertepatan dengan hari lahir Pancasila pada 1 Juni 2021. Dari jumlah tersebut, 53 pegawai hadir di lokasi pelantikan dan sisanya online karena protokol kesehatan.

Rangkaian pelantikan terdiri dari pelantikan dan pengambilan sumpah atau janji PNS dan jabatan pimpinan menengah atas, jabatan pimpinan tinggi primer dan pengurus.

Ketua KPK Firli Bahuri dalam sambutannya mengatakan pegawai KPK yang sudah menjadi PNS diminta berkomitmen memerangi korupsi dan bermanfaat bagi bangsa.

Ia menjelaskan, perang melawan korupsi seperti perang badar. Ia mengingatkan siapapun yang korup adalah pengkhianat Pancasila.

"Dengan nilai Pancasila, Insya Allah sila ketiga, 'Persatuan Indonesia' akan menjadi kekuatan segenap bangsa dalam perang badar melawan korupsi," kata Firli.

No comments:

Post a Comment