Monday, September 13, 2021

Akses Internet Merupakan Tantangan Terbesar Untuk Mencapai Target Literasi Digital

 Akses Internet Merupakan Tantangan Terbesar Untuk Mencapai Target Literasi Digital



Dewi Tangkas - Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI Dedy Permadi menyebutkan akses internet adalah salah satu tantangan terbesar pemerintah dalam meraih target literasi digital sebesar 50 juta peserta GNLD Siberkreasi, 700 ribu peserta Digital Talent Scholarship (DTS) dan juga 1.200 peserta Digital Leadership Academy (DLA) pada tahun 2024.


"Akses internet menjadi tantangan terbesar untuk meraih target literasi digital," ucap Dedy.


Oleh karena itu, Dedy menyebutkan Kementerian Kominfo terus mempercepat pembangunan infrastruktur digital, baik mobile broadband maupun fixed broadband, termasuk dengan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dan juga peluncuran satelit SATRIA-I pada tahun 2023 mendatang.


Saat disinggung apakah hoaks juga merupakan tantangan tersendiri dalam menghasilkan masyarakat yang terliterasi secara digital, Dedy menyebutkan kegiatan literasi digital yang mengasah kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis dan juga menganalisis informasi yang terdapat di internet menjadi salah satu bentuk upaya meminimalisir laju persebaran hoaks dan disinformasi.


"Peredaran hoaks yang masih terus ditemui menandakan kegiatan literasi digital harus terus dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat dari ancaman hoaks dan disinformasi," ukar pria lulusan UGM Yogyakarta tersebut.


Lebih lanjut, ia menjabarkan Kementerian Kominfo terus memperkuat kolaborasi dari berbagai pihak. Tak hanya untuk menunjang pemenuhan target literasi digital tetapi juga untuk terus meningkatkan kualitas materi literasi digital yang telah disediakan.


Di kecakapan digital tingkat dasar pelaksanaan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) dilakukan bersama dengan 114 mitra di 514 kabupaten/kota pada 34 provinsi di seluruh wilayah Tanah Air.


KEmudian di kecakapan digital tingkat menengah, dengan Digital Talent Scholarship (DTS), Kementerian Kominfo bekerja sama dengan 96 universitas dan politeknik di 34 provinsi di seluruh Indonesia dan juga bermitra dengan beragam perusahaan teknologi.


Sementara pada kecakapan digital tingkat lanjutan lewat Digital Leadership Academy (DLA), Kementerian Kominfo bekerja sama dengan National University of Singapore (NUS), Tsinghua University, Harvard University, dan University of Oxford untuk menyediakan pendidikan eksekutif bagi para pengambil kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan transformasi digital Indonesia.


"Kementerian Kominfo berharap masyarakat mampu mendayagunakan internet untuk menunjang produktivitas dan inovasi secara maksimal dengan terus melakukan kegiatan literasi digital yang tersedia," ujar Dedy.



Situs Bolatangkas Terpercaya | Agen Bolatangkas Online | Bolatangkas Slot | Dewi Tangkas

No comments:

Post a Comment