Ilustrasi, sumber foto: Shutterstock
Dewi Tangkas - Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Aterosklerosis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan terganggunya aliran darah ke organ tubuh sehingga memicu berbagai gejala yang berhubungan dengan kondisi ini.
Selain gejala yang berkembang perlahan, aterosklerosis merupakan salah satu kondisi yang meningkatkan risiko masalah jantung. Hingga saat ini penyebab pasti penyakit ini belum diketahui, namun beberapa kondisi dianggap sebagai pemicu terjadinya aterosklerosis. Simak ulasan berikut ini.
Waspadai Kondisi Pemicu Aterosklerosis
Arteri membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Arteri memiliki lapisan yang dikenal sebagai endotelium yang memungkinkan darah mengalir lebih mudah.
Saat endotelium rusak, kondisi ini memicu penumpukan plak pada dinding arteri. Ketika plak terus menumpuk dan mengeras, kondisi ini dapat menyebabkan pengerasan dan penyempitan pembuluh darah, sehingga mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Dalam kasus yang jarang terjadi, plak dapat pecah dan menyebabkan penumpukan trombosit, menyebabkan pembekuan darah. Hal ini dapat memicu seseorang untuk mengalami stroke atau jantung.
Lalu, apa yang menyebabkan endotel menjadi rusak sehingga menyebabkan aterosklerosis? Ada beberapa kondisi yang perlu Anda waspadai yang dapat memicu terjadinya aterosklerosis, seperti:
Gangguan kolesterol dan kolesterol tinggi.
Tekanan darah tinggi.
Memiliki diabetes.
Kebiasaan merokok.
Gangguan tidur.
Mengalami obesitas.
Tingkat stres yang tinggi.
Peradangan karena lupus atau radang sendi.
Itulah kondisi yang perlu Anda waspadai sebagai pemicu aterosklerosis. Untuk menghindari kondisi yang lebih buruk, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan sejak dini.
Pencegahan Aterosklerosis
Lebih baik berhenti merokok. Kebiasaan merokok menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah. Hal ini dikarenakan kandungan bahan kimia yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah.
Bahan kimia dalam rokok memicu aterosklerosis dalam berbagai cara, mulai meningkatkan peradangan di arteri dan memudahkan trombosit untuk menggumpal.
Anda juga perlu menjalankan pola makan sehat untuk menjaga kesehatan. Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan batasi asupan garam dalam tubuh.
Selain itu, olahraga teratur merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya aterosklerosis. Salah satu olahraga yang paling efektif untuk mencegah aterosklerosis adalah aerobik. Lakukan gerakan aerobik selama 30 menit setiap hari untuk menjaga kondisi kesehatan yang optimal.
Tidak hanya aerobik, Anda juga bisa melakukan olahraga lain, seperti jalan kaki, lari, hingga bersepeda. Hal terakhir yang dapat Anda lakukan untuk mencegah aterosklerosis adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan terkait gula darah, tekanan darah, kadar kolesterol, dan berat badan.
Kenali Gejala Aterosklerosis
Aterosklerosis tidak menimbulkan gejala awal. Biasanya, penderita akan merasakan gejalanya ketika kondisinya sudah cukup parah. Gejalanya juga akan dirasakan berbeda, tergantung lokasi penyempitan atau pengerasan pembuluh darah.
Aterosklerosis jantung biasanya menyebabkan nyeri dada, sesak napas dan gangguan irama jantung. Aterosklerosis yang mempengaruhi pembuluh darah otak akan menyebabkan mati rasa pada tangan atau kaki, otot-otot wajah terkulai, kesulitan menggerakkan mulut, kelumpuhan, sakit kepala, dan gangguan penglihatan.
Aterosklerosis yang menyerang tangan atau kaki dapat menyebabkan kesemutan, lemas, dan nyeri saat bagian tubuh tersebut digunakan. Inilah gejala-gejala yang harus diwaspadai.
Aterosklerosis juga dapat mempengaruhi ginjal. Ada beberapa gejala yang terkait dengan kondisi ini, mulai dari tekanan darah tinggi hingga gagal ginjal.
Aterosklerosis yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan, seperti gangguan jantung, stroke, hingga gangguan ginjal.
No comments:
Post a Comment