Ilustrasi, sumber foto: Istimewa
Puasa Ramadhan yang bermanfaat menyebabkan banyak perubahan fisiologis, biokimiawi, metabolisme, dan spiritual dalam tubuh. Perubahan selama puasa mencakup berbagai manfaat mental atau psikologis.
Manfaat puasa secara psikologis
Pada orang dewasa yang sehat, puasa Ramadhan tidak berdampak buruk bagi tubuh. Puasa Ramadhan sebenarnya disebut sebagai metode non pengobatan untuk meminimalisir faktor risiko penyakit.
Sebuah penelitian bertajuk Physiological changes during fasting in Ramadan menunjukkan beberapa manfaat puasa. Saat berpuasa, jumlah sel darah merah dan sel darah putih meningkat dan kolesterol menurun.
Selain itu, puasa juga memiliki manfaat bagi kesehatan psikis atau mental. Saat berpuasa, tubuh melepaskan hormon yang dapat membantu meningkatkan kecemasan, menjaga mood, dan mengurangi stres.
1. Puasa menjaga mood
Salah satu manfaat psikologis dari puasa adalah membantu meningkatkan suasana hati yang positif.
Pada minggu-minggu pertama puasa Ramadhan, tubuh mulai beradaptasi dengan rasa lapar yang melepaskan katekolamin dalam jumlah besar yang membuat kamu merasa lebih baik. Katekolamin adalah sekelompok hormon yang merespons perasaan stres, termasuk hormon adrenalin, norepinefrin, dan dopamin.
Penelitian bertajuk Effect of Ramadan Fasting on Endorphin and Endocannabinoid level in Serum ini juga memberikan penjelasan tentang beberapa hormon yang mungkin dihasilkan tubuh saat berpuasa.
Jurnal tersebut menyatakan bahwa puasa dapat meningkatkan opioid endogen dan hormon endorfin. Keduanya adalah hormon yang bisa menimbulkan perasaan bahagia dan bisa menekan efek negatif stres, membuatnya lebih tenang dan rileks.
2. Puasa meningkatkan ketahanan terhadap stres
Manfaat psikologis lain dari puasa di bulan Ramadhan adalah dapat mengurangi stres dan mengurangi kecemasan.
Dalam buku berjudul The Fast Diet, Michael Mosley mengatakan puasa dapat menyebabkan pelepasan produksi protein ke otak yang disebut BDNF (Brain-derived neurotrophic factor).
Protein otak yang dilepaskan ini memiliki efek yang mirip dengan obat antidepresan, yang dapat menurunkan tingkat kecemasan, stres, dan depresi ringan.
"Ini (puasa) telah terbukti melindungi sel-sel otak dan dapat mengurangi depresi dan kecemasan," kata Mosley seperti dikutip dari Al Jazeera.
Ditegaskannya, puasa yang dimaksud dalam penjelasannya merupakan bentuk ‘time-restricted eating', yaitu puasa yang hanya makan pada waktu tertentu, seperti puasa Ramadhan.
3. Puasa meningkatkan kualitas tidur
Manfaat rutinitas puasa dapat membantu kondisi tubuh agar tetap seimbang untuk tidur yang baik untuk psikologi seseorang.
Penelitian menunjukkan membatasi makan hingga istirahat 8-12 jam dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan menghindari gula darah tinggi.
Batasan waktu makan yang ditentukan saat berpuasa juga dapat memperkuat siklus jam biologis seseorang (sirkadian) atau yang biasa dikenal dengan waktu tubuh harus tidur.
Psikolog Michael J Breus Ph.D. dalam Psychology Today menjelaskan bahwa ketika jam biologis diperkuat dan disinkronkan, maka akan berpengaruh dominan pada kemudahan dan kualitas tidur seseorang.
Kombinasi konsistensi dan kualitas tidur dapat membuat tubuh terasa lebih segar dan melindungi kesehatan seseorang seiring bertambahnya usia.
Nutrisi berbuka puasa dan sahur
Untuk mendapatkan manfaat puasa Ramadhan bagi kesehatan fisik dan psikologis, perhatikan juga asupan gizi puasa yang kamu konsumsi saat sahur dan buka puasa.
Pastikan asupan nutrisi sahur mampu memberikan energi yang cukup bagi tubuh mulai dari puasa hingga berbuka puasa. Penuhi kebutuhan vitamin, protein dan karbohidrat agar sehat dan fit dalam beribadah.
Sedangkan nutrisi untuk berbuka puasa yang dibutuhkan tubuh untuk menggantikan energi yang hilang. Ada tiga hal yang dibutuhkan yaitu makanan yang banyak cairan, rendah lemak, dan mengandung gula alami.
Jelas terlihat bahwa selain memiliki banyak kegunaan fisik, puasa juga memiliki manfaat psikologis yang berguna bagi kualitas jiwa kamu.
Situs Bolatangkas Terpercaya | Agen Bolatangkas Online | Bolatangkas Slot | Dewi Tangkas

No comments:
Post a Comment