Sunday, September 19, 2021

4 Fakta Terkait dengan Mood yang Wajib Diketahui

 

Ilustrasi, sumber foto: Pexels


Dewi Tangkas - Suasana hati atau yang disebut juga dengan mood memang dapat berubah-ubah. Mood sendiri adalah keadaan emosional yang timbul hanya untuk sementara. Pada dasarnya, perasaan ini terbagi menjadi dua, yaitu suasana hati yang baik (good mood) dan suasana hati yang buruk (bad mood). Saat merasa suasana hati sedang buruk, kebanyakan seseorang akan menghindari bertemu orang lain dan memilih sendiri agar lebih baik.


Saat seseorang sedang dalam keadaan bad mood, perasaan yang dirasakan menjadi lebih sulit untuk mengontrol emosi, perasaan yang tidak karuan, hingga tidak dapat berkonsentrasi saat melakukan sesuatu. Di sisi lain, ada juga orang yang kerap mengalami suasana hati yang berubah-ubah setiap saat yang biasa disebut "moody". 


Ada beberapa fakta menarik tentang mood atau suasana hati berikut! 


Fakta Tentang Mood


Berikut ini beberapa fakta tentang mood yang kamu wajib tahu:


1. Mood Menular


Salah satu fakta tentang mood adalah perasaan ini terbilang menular. Hal ini terjadi karena adanya kecenderungan yang secara tidak sadar dan otomatis meniru emosi yang diekspresikan orang lain. Dengan begitu, perasaan yang sama juga mampu dirasakan saat kamu berdekatan dengan seseorang yang sedang mengalami bad mood. Bukan tidak mungkin perasaan ini akan terbawa tanpa alasan yang jelas. 


Disebutkan jika segala ekspresi dan mimikri yang berhubungan dengan emosional dapat memicu reaksi di dalam otak. Hal ini mampu membuat seseorang menafsirkan ekspresi yang dilihatnya sebagai perasaan yang dirasakan diri sendiri. Maka dari itu, disebut-sebut jika mood dapat menular antar orang, baik good mood maupun bad mood.


2. Cuaca Pengaruhi Mood


Cuaca nyatanya juga mampu mempengaruhi mood. Suatu penelitian menyebutkan bahwa cuaca cerah berkaitan dengan good mood, sehingga menimbulkan suasana yang lebih riang, daya ingat yang lebih baik, dan pikiran yang lebih terbuka. Hal ini karena saat cuaca cerah, seseorang dapat menghabiskan banyak waktu di luar rumah untuk bertemu teman atau keluarga, serta melakukan aktivitas lainnya.


Namun, jika suasana sedang mendung dan hujan, hal ini biasanya dikaitkan dengan bad mood. Kamu mungkin akan mengingat masa-masa sedih dan suram yang akhirnya perasaan menjadi emosional dan sentimentil. Saat cuaca sedang hujan, ada baiknya menyibukkan diri dengan sesuatu yang positif.


3. Coklat Memperbaiki Mood


Cokelat dipercaya dapat memperbaiki bad mood seseorang agar berubah menjadi good mood. Ada banyak jenis cokelat yang dapat dikonsumsi, tetapi yang paling ampuh untuk mengembalikan suasana hati menjadi lebih baik adalah coklat hitam. Hal ini karena kandungan di dalamnya kaya akan antioksidan dan senyawa yang dapat mengembalikan suasana hati menjadi lebih baik, dibandingkan jenis coklat lainnya.


Pada coklat hitam, kandungan gulanya terbilang lebih rendah, sehingga cocok untuk kamu yang ingin mengembalikan suasana hati yang buruk atau bad mood, tetapi sedang diet. Namun, kamu tetap harus membatasi jumlah coklat yang dikonsumsi per harinya untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Disebutkan jika kandungan kafein di dalamnya dapat menimbulkan insomnia apabila dikonsumsi berlebihan.


4. Musik Tertentu Dapat Memperbaiki Mood


Musik memang mampu memperbaiki bad mood, tetapi tergantung jenis musik yang didengarkan. Sebuah studi menyebut jika bad mood seseorang dapat membaik ketika mendengarkan musik klasik layaknya Mozart. Mendengarkan musik yang tepat akan menghasilkan dopamin di otak, sehingga perasaan senang timbul dan efektif meningkatkan mood seseorang.


5. Alasan Remaja Suka Moody


Setiap orangtua pasti menyadari bahwa tiap anak remaja pasti akan menunjukkan gejolak emosi yang terkadang mengkhawatirkan. Mood mereka bisa naik atau turun, dan kamu tidak pernah tahu bagaimana mereka akan bereaksi terhadap peristiwa atau orang tertentu. 


Alasan remaja kerap moody adalah pubertas. Hormon yang sama yang membantu seorang remaja tumbuh menjadi tubuh dewasa mereka juga memfasilitasi pertumbuhan eksplosif di otak. Oleh karena otak memiliki reseptor spesifik untuk hormon, seperti testosteron, estrogen, dan progesteron di berbagai bagian sistem limbik, peningkatan kadar bahan kimia ini dapat menyebabkan remaja mengalami reaksi emosional yang berlebihan terhadap situasi yang berbeda. Namun seiring bertambahnya usia, mereka akan lebih mampu mengatur suasana hati dan keadaan emosionalnya. 

No comments:

Post a Comment