Friday, April 16, 2021

DKI Kelebihan Bayar Mobil Damkar, Bagaimana Uang Kelebihannya?

 

Ilustrasi, sumber foto: MI/ANGGA YUNIAR


Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan ada kelebihan Rp 6,5 miliar dalam proses pembayaran empat paket pengadaan truk pemadam kebakaran di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta.


“Hasil pemeriksaan atas pembayaran item pekerjaan diketahui bahwa harga riil pembelian barang atas empat paket pekerjaan berdasarkan bukti pembayaran lebih rendah dari harga kontrak yang telah dibayarkan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan,” tulis BPK Perwakilan Provinsi DKI Jakarta dalam laporannya, Jumat. (14/4/2021).


Telah meminta inspektorat DKI untuk memeriksa ini


Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan kelebihan pembayaran tersebut akan diperiksa oleh Inspektorat DKI Jakarta.


“Sudah diminta dari pihak bagian keuangan inspektorat sudah diminta, nanti akan disampaikan,” ujarnya di Balaikota, Rabu (14/4/2021).


Riza mengatakan kelebihan pembayaran tersebut harus dikembalikan ke kas negara sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Kasus perlu diperiksa agar tidak terulang kembali


Riza juga mengatakan, jika terjadi kelebihan pembayaran mobil damkar, pihaknya perlu memeriksa apa penyebabnya. Ia akan mengevaluasi agar kasus serupa tidak terulang kembali.


“Kenapa dan bagaimana ada kekurangan, dimana itu pentingnya dan menjadi evaluasi ke depan agar tidak terjadi lagi,” kata politikus Gerindra itu.


Dana kelebihan pembayaran mulai dikembalikan


Dilaporkan ANTARA, Riza belum lama ini mengungkapkan, kelebihan pembayaran antara harga riil dan nilai kontrak yang telah disepakati telah dikembalikan secara bertahap oleh pihak ketiga.


“Kelebihan bayar itu sudah dikembalikan. Di situ, pengertian kelebihan bayar itu adalah sudah dikembalikan Rp6,5 miliar, itu tinggal kekuragan Rp1 miliar lebih saja. Itu akan dibayarkan dalam waktu dekat ini oleh pihak swasta, jadi bukan kami,” kata Riza, Kamis (15/4/2021).


Dia mengungkapkan, kelebihan pembayaran alat pemadam tersebut bukan dari proses lelang.


“Di antara item barang itu, menurut BPK ada yang tidak pas, sehingga harus dikembalikan. Ya sudah dikembalikan,” ujarnya.


Selisih harga terbesar mencapai Rp3,48 miliar


Sementara untuk empat unit dalam satu paket adalah unit submersible, unit quick response, unit penanggulangan kebakaran untuk transportasi massal (robot LUF 60), dan unit pengurai material kebakaran (robot MVF-5). Berikut untuk detail harganya:


1. Unit Submersible Rp. 9 miliar.

2. Unit Quick Response Rp. 36 miliar.

3. Unit Penanggulangan Kebakaran pada Sarana Transportasi Massal Rp. 7 miliar.

4. Unit Pengurai Material Kebakaran Rp32 miliar.


Dari temuan tersebut, selisih terbesar dari pengadaan mobil damkar mencapai Rp 3,48 miliar. Sedangkan selisih terendah Rp 761 juta. Berikut detailnya:


1. Unit Submersible Rp 761 juta.

2. Unit Quick Response Rp 3,48 miliar.

3. Unit Penanggulangan Kebakaran pada Sarana Transportasi Massal Rp. 844 juta.

4. Unit Pengurai Material Kebakaran Rp1,43 miliar.


 Situs Bolatangkas Terpercaya | Agen Bolatangkas Online | Bolatangkas Slot | Dewi Tangkas



No comments:

Post a Comment